Xavi Protes Barcelona Kalah dari Real Madrid: Memalukan! Dimana Teknologi Garis Gawang?

Read Time:1 Minute, 43 Second

petbrowser.us, Jakarta Marc-Andre ter Stegen, kiper sekaligus pelatih Barcelona Javi Hernandez mengungkapkan kekecewaannya atas minimnya teknologi gol di sepak bola Spanyol usai kekalahan 3-2 melawan Real Madrid di laga El Clasico.

La Liga, salah satu liga top Eropa, belum menerapkan teknologi garis gawang, keputusan yang memicu kontroversi setelah terjadi insiden saat pertandingan. VAR tidak membayar gol Lamin Yamal karena tidak melewati garis gawang, sehingga membuat Barcelona kecewa.

“Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkan apa yang terjadi di garis gawang,” kata ter Stegen yang emosional. “Ini memalukan bagi sepak bola. Ada banyak uang di industri ini, tapi tidak ada yang penting.”

Xavi mendukung kipernya, menambahkan: “Sayang sekali kami tidak memiliki teknologi garis gawang. Jika kami ingin mengatakan liga ini adalah yang terbaik di dunia, kami membutuhkannya.”

Usai kekalahan pahit tersebut, Barcelona sangat kecewa dengan minimnya teknologi garis gawang di sepak bola Spanyol. Presiden LaLiga Javier Tebas menanggapi kritik tersebut, membandingkannya dengan kesalahan di liga lain dan menanyakan alasan mengapa mereka menolak memperkenalkan teknologi yang diperlukan.

Sementara itu, pelatih Barcelona Xavi jujur ​​terhadap timnya dengan mengatakan: “Saya bangga dengan tim saya, terutama di babak kedua. Kami mencoba. Kami bermain bagus namun kesalahan membuat kami kehilangan pertandingan.”

Pernyataan tersebut menyoroti ketangguhan Barcelona dalam menghadapi kesulitan dan menunjukkan kebanggaan atas upaya mereka meski mengalami kekalahan. Hal ini merupakan wujud persatuan dan perjuangan mereka sampai akhir meskipun ada banyak rintangan yang mereka hadapi.

Kekalahan mengejutkan Barcelona di El Clasico menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan manajer Javi Hernandez, yang telah menjadi subyek banyak spekulasi sejak ia mengumumkan pengunduran dirinya. Namun Xavi menegaskan, kini bukan saatnya memikirkan masa depan, melainkan fokus ke laga berikutnya dan target kembali bersaing memperebutkan Piala Super Spanyol.

Sementara itu, La Liga telah memperlihatkan beberapa penampilan mengesankan, namun kurangnya teknologi garis gawang tetap menjadi fokus utama. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesetaraan dan keadilan dalam kompetisi berdampak tinggi.

Ketika keputusan penting seperti ini didasarkan pada penilaian manusia dan bukan teknologi yang lebih obyektif, maka keadilan dan kesetaraan dalam sepak bola dipertanyakan. Ketidakjelasan seperti ini melemahkan keadilan kompetisi dan mempertanyakan keadilan peraturan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Tarif Tol Jakarta-Semarang Diskon 20% Selama Periode Lebaran 2024, Simak Jadwalnya
Next post PGP Championship Tournament 2023 Sukses Digelar