Tenang Hadapi DBD! Menkes Pastikan RS Siap Tangani Pasien, Ini Imbauannya untuk Masyarakat

Read Time:2 Minute, 5 Second

JAKARTA – Kasus demam berdarah meningkat di Indonesia. Sejauh ini, lebih dari 35 ribu kasus demam berdarah telah dilaporkan. Sementara itu, sebanyak 390 orang dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit DBD. 

Terkait kasus demam berdarah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan masyarakat tidak perlu panik. Sebab, pemerintah sendiri yang membangun rumah sakit untuk merawat pasien DBD.

“Bersikaplah ramah dan jangan takut. RS di Jakarta masih cukup ruang, fasilitas kita banyak karena kita punya pengalaman dengan Covid-19, jadi jangan khawatir, kata Menkes di Istana Negara, Kamis malam, 28 Maret 2024.

Menkes juga mengungkapkan, demam berdarah memang merupakan penyakit menular. DBD menempati urutan keempat setelah malaria. Ia mengimbau masyarakat tidak panik.

“Saya juga ingin sampaikan bahwa demam berdarah adalah penyakit menular nomor empat. TBC 1 juta, HIV 500 ribu, malaria 400 ribu, dan demam berdarah 120 ribu setahun.” Itu tidak merusak konteksnya. orang-orang,” katanya.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan juga mengungkapkan bahwa penyakit demam berdarah bisa dicegah. Ia menegaskan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Mulailah dengan tidak membiarkan air menumpuk. Selain itu, pemerintah juga telah memformulasikan obat cacing untuk menarik jentik nyamuk. 

“Pertama, buang sampahnya agar tidak ada genangan air.” Yang kedua kita buat obat cacing untuk membunuh jentik, kita buat insektisida untuk kabut,” imbuhnya.

Menteri Kesehatan meminta semua orang, termasuk orang tua, untuk selalu memantau kondisi penderita demam berdarah. Jika pasien mengalami demam yang sangat tinggi, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

– Penting juga jika anak kita demam, misalnya, harus dilakukan tes cepat atau dibawa ke puskesmas atau rumah sakit – tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan kepada petbrowser.us, Kamis malam, terdapat 390 kematian dan 35.467 kasus demam berdarah pada 28 Maret 2024. 

Berdasarkan sebaran data kasus DBD, DKI Jakarta menjadi kota dengan jumlah kasus DBD tertinggi. Sebanyak 1.833 kasus demam berdarah telah dilaporkan. Dari 1.833 kasus tersebut, 704 kasus dilaporkan di Jakarta Barat, 572 di Jakarta Selatan, dan 557 di Jakarta Timur.

Sementara kasus di Kota Bandung sebanyak 1.741 kasus, Kota Kendari 1.195 kasus, Bandung Barat 1.143 kasus, Kota Bogor 939 kasus, dan Subang 909 kasus.

Bogor 904, Garut 660, Sumedang 652, Tangerang 640, Probolingo 599, Kota Depok 530 dan Konawe Selatan melaporkan 481 kasus. Warga Jakarta Mungkin Didenda Rp 50 Juta karena Menemukan Jentik Nyamuk di Rumah (Satpol PP) Jakarta Timur akhirnya memberikan sanksi berupa denda Rp 50 juta bagi warga yang ditemukan membawa jentik nyamuk Aedes aegypti di rumahnya. petbrowser.us.co.id 6 Juni 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Puncak Reuni IPB, Alumni Akan Serahkan Buku Putih Strategi Kedaulatan Argomaritim Kepada 3 Capres
Next post Harga Beras Mahal, Ini Sumber Karbohidrat Alternatif yang Disarankan Ahli Gizi