Tanggapan Developer Game Soal Rencana Kominfo Wajibkan Publisher Game Berbadan Hukum

Read Time:2 Minute, 53 Second

petbrowser.us, Batavia – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belakangan ini tengah menjadi sorotan terkait rencananya yang akan mewajibkan penerbit game di Indonesia memiliki badan hukum.

Tujuan Kementerian Informasi dan Komunikasi tersebut diumumkan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Informasi dan Komunikasi Semuel Abrijani Pangerapan dalam konferensi pers di Jakarta.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Semmy itu mengatakan, organisasi kementerian akan segera diterbitkan.

Kabar mendadak tersebut langsung mendapat kecaman dari berbagai kalangan, mulai dari developer game tanah air hingga para pemain di tanah air.

Kritik paling keras salah satunya datang dari pendiri Toge Productions, Kris Antoni. “Mohon direview @kemkominfo ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Lihatlah game Indonesia yang ingin mendunia dengan bekerja sama dengan penerbit luar negeri, namun akan diblokir di negaranya sendiri karena penerbitnya asing, lucu kan?”

Tak hanya itu, Kris juga mengungkit keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang melakukan pemungutan suara dimana tugas harus dialihkan kepada pihak ketiga.

Tweet Kris pun mendapat dukungan dari banyak pelaku dan pengembang game lainnya, mengkritik rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menurutnya mempunyai kekuatan untuk “mematikan” industri game di Tanah Air.

Usai ramai diperbincangkan di media sosial, Kris pun menyampaikan informasi terkini pertemuannya dengan AGI (Persatuan Olahraga Seluruh Indonesia) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Pemerintah Kementerian telah menerbitkan perubahan Klasifikasi Permainan yang menggantikan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Elektronik Interaktif,” ujarnya.

“Tidak ada aturan dari lembaga-lembaga tersebut bahwa penerbit harus berbadan hukum atau berbadan hukum di Indonesia.”

Kris berkata, “Jelas dari pertemuan hari Minggu baru-baru ini bahwa peraturan tentang penerbit asing masih sebatas diskusi, dan sebagian besar pengembang game saat ini telah menyatakan ketidaksetujuan terhadap gagasan mewajibkan penerbit.”

Sebelumnya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia mengumumkan rencana mewajibkan penerbit game di Indonesia memiliki badan hukum. Tujuannya adalah untuk mendefinisikan organisasi ini dalam organisasi kementerian.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Panperapan dalam konferensi pers yang digelar di Batavia, Jumat (26/1/2024). Samuel mengatakan bahwa layanan organisasi akan segera mempublikasikan pertanyaan ini.

Kini, kata Samuel, peraturan tersebut menunggu untuk didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Samuel menjelaskan, organisasi ini merupakan upaya mendukung ekosistem gaming di Tanah Air.

Pria bernama Semmy mengatakan, “Walaupun proses pengerjaannya adalah Peraturan Menkominfo, namun harus mendaftar ke Kumhan (Kemenkumham). Kalau sudah diterima maka peraturannya akan jadi.”

Dia mengatakan Kementerian Informasi dan Komunikasi ingin menciptakan ekosistem permainan yang mematuhi semua aturan. Oleh karena itu, menurut Semuel, penerbit yang menjual game di Indonesia juga mendirikan perusahaan di Indonesia.

“Jadi ekosistem di sekitar pertandingan, semua peraturan harus dipatuhi. Sudah ada keinginan untuk membuka layanan di Indonesia, jadi kita harus membangunnya sebagai Indonesia, dan milik kita sendiri.

Untuk persiapan peraturan ini, Kementerian Informasi dan Komunikasi menyatakan diskusi publik juga dilakukan dengan pihak-pihak terkait industri perjudian. Menurut Semuel, penerbit yang tidak mengikuti aturan tersebut akan dibanned.

Melanjutkan sambutannya, beliau mengatakan: “Kalau di sini tidak terdaftar, di sini tidak mempunyai badan hukum, jadi saya bisa blokir permainannya. Kami ingin membangun ekonomi digital, kami tidak ingin menjadi penonton.”

Namun, dia memastikan penerbit akan diberikan waktu untuk melakukan migrasi ketika aturan ini mulai berlaku.

Perkembangan industri olahraga di Indonesia sendiri diakui sangat pesat. Berdasarkan survei, potensi pasar game di Indonesia mencapai sekitar 2 miliar dolar pada tahun lalu.

“Mari kita lakukan bersama-sama. Game ini sangat strategis dan perkembangannya sangat pesat. Kita sudah berdiskusi dengan perusahaan game di Indonesia bagaimana kita bisa membangun industri game, tidak hanya disesuaikan dengan industrinya, tapi juga konten Indonesia,” dia berkata.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Gerak Cepat BRI Peduli Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana Banjir Longsor
Next post Mesin Motor Tersendat dan Boros BBM? Bisa Jadi Ini Penyebabnya