Putra Altar Ini Malamnya Rayakan Natal, Pagi Sudah Mualaf

Read Time:1 Minute, 34 Second

petbrowser.us – Ada cerita menarik dari mantan pacar Altar. Mereka masih merayakan Natal malam itu. Namun keesokan harinya dia masuk Islam. Apa itu cerita? Lihat semua detailnya di bawah ini. altar

Seorang mualaf bernama Toto berbagi kisah perjalanan spiritualnya. Awalnya dia bukan seorang Muslim dan merupakan putra altar.

Cerita ini bermula ketika saya masih duduk di bangku sekolah. Saat itu, Toto masih duduk di bangku kelas satu SMA, tepatnya tahun 1999. Ternyata dia berasal dari keluarga yang menganut beberapa agama. Ayahnya beragama Katolik, ibunya beragama Islam.

Ia mengenang saat berusia 14 tahun, bagaimana ayahnya mendesak seluruh anggota keluarganya untuk masuk Islam. Namun kemudian dia tidak mau, karena dia sangat aktif di gereja.

“Saat ayah saya mengajak saya, saya memutuskan untuk tidak masuk Islam setelah ayah dan keluarga saya. “Karena saat itu saya sangat aktif di Gereja,” kata Toto seperti dikutip Wakaf TV pada Rabu, 21 Februari 2024.

“Saat itu aku sudah menjadi misdinar muda atau di altar. Saya telah melayani Bapa berkali-kali. Oleh karena itu, saya sering mengiringi paduan suara di semua festival. “Untungnya saya bisa memainkan alat musik saat itu,” imbuhnya.

Diakuinya, keluarganya menganut dua agama sehingga membuatnya risih. Karena sejak kecil ia mengikuti jejak ayahnya dan dibaptis

Kemudian dia masih memikirkan agama mana yang akan dianutnya. Berapa lama kita akan memiliki dua agama dalam satu keluarga? Menurutnya, ada yang aneh.

Toto mengaku iri dengan keluarga lain yang seagama. Caranya pergi ke masjid dan shalat berjamaah. Sekarang keluarga tidak bisa melakukan ini.

Mereka masih merayakan Natal. Namun keesokan paginya dia dan keluarganya langsung mengucapkan ijazah dan masuk Islam.

“Malam itu tanggal 25 Desember 1999, saya sedang merayakan Natal bersama keluarga saya. “Tetapi pada tanggal 26, kami sama-sama menjaga keimanannya di masjid di Pagerharjo,” tutupnya. Polisi meminta penangkapan dan penahanan Pendeta Gilbert. Ketua Umum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ipong Hembing Putra mengecam keras khotbah Pendeta Gilbert yang dinilainya menyinggung agama. petbrowser.us.co.id 1 Mei 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Harvard Ganti Sampul Buku dari Kulit Manusia di Perpustakaannya
Next post Terapi Ling Tien Kung, Senam Sederhana yang Cocok untuk Lansia