Pramuka Tak Lagi Jadi Ekskul Wajib, Kwarnas Semprot Nadiem: Sangat Disayangkan!

Read Time:3 Minute, 10 Second

JAKARTA – Komite Nasional Pramuka (Kwarnas) sangat menyayangkan kontroversi di media massa atas keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) yang “meniadakan” kegiatan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah.

Sekadar informasi, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. PAUD Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menyebutkan bahwa Pramuka bukan lagi merupakan ekstrakurikuler wajib (ekstra kurikuler).

Peraturan tersebut juga memuat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 63 Tahun 2014 Pendidikan kepanduan sebagai salah satu pendidikan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 dinyatakan tidak berlaku lagi. BAB V KETENTUAN AKHIR MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI BAGIAN NO. 12 Tahun 2024.

Mayjen TNI (Pdt.) Dr. Bakhtiar Utomo mengatakan keputusan tersebut sangat disayangkan, dan Kwarnas Praghu meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadeem Makarim mempertimbangkan kembali kebijakannya, mengingat keberadaan gerakan Pramuka dan sejarah terbentuknya. Pemerintah itu sendiri.

Bachtiar mengatakan, banyak peraturan yang sudah lama ada sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap gerakan Pramuka. Misalnya, Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, Keputusan Presiden No. 104 Tahun 2004 tentang Penetapan Statuta Gerakan Pramuka, UU No. 12 Tahun 2010 Gerakan Pramuka.

“Jadi jika melihat perkembangan gerakan Pramuka selama ini sangat strategis dalam upayanya membangun karakter bangsa, terutama untuk membantu mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu menjadikan manusia Indonesia bermartabat, cerdas dan bertakwa,” katanya di Jakarta pada Senin, 1 April 2024.

Bakhtiar menegaskan, gerakan Pramuka sebagian besar mengikuti upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta kementerian dan lembaga negara lainnya. Hal ini terlihat melalui keberadaan satuan kerja intelijen di beberapa kementerian dan lembaga negara. Kementerian bekerja sama dalam menyelenggarakan kegiatan kepanduan di wilayahnya.

“Pramuka dengan nama Saka Vidya Budaya Bhakti di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengajarkan pentingnya pendidikan praktis di bidang pendidikan dan kebudayaan seperti seni, tradisi, dan nilai-nilai budaya.” Kemudian Saka Bhakti Husada di Kementerian Kesehatan membekali anggota pramuka dengan ilmu di bidang kesehatan seperti penanganan penyakit, ilmu gizi dan pola hidup bersih dan sehat” ujar mantan Pangdam Virabuan ini.

Beberapa organisasi lain seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang disahkan pada Musyawarah Nasional Kepanduan tahun 2023 juga tertarik untuk berkolaborasi, BPOM ingin melibatkan gerakan Pramuka untuk mengatur obat dan makanan. Nantinya bersama BASARNAS ditetapkan pembentukan Satker Pramuka yang saat ini sedang dalam proses pengesahan.

Bakhtiar mengemukakan, keberadaan Pramuka tidak lepas dari model pendidikan yang dikenal dengan piramida pendidikan, dan proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh tiga unsur utama yaitu pendidikan formal, informal (keluarga), dan nonformal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seharusnya menjadi motor utama gerakan Pramuka.

“Jadi kalau melihat keberadaan gerakan Pramuka, jangan fatalistik, tapi komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan efektif mencegah konflik yang tidak diharapkan. Pramuka harus didukung penuh oleh Program Kurikulum Mandiri Kemendikbud, Penelitian. dan Teknologi,” ujarnya.

Terkait pendidikan ke depan, mantan pengelola perguruan tinggi militer ini menegaskan, khususnya generasi Z, kita tidak bisa melepaskan siswanya, namun mereka harus memiliki alat pengawasan dan pengendalian serta interaksi di lapangan yang nyata untuk menjaminnya. Kualitas pendidikan yang sebenarnya. Siswa.

“Proses pendidikan tidak bisa hanya melalui kegiatan daring, khususnya pada aspek nilai-nilai kepribadian, tetapi melalui pembentukan sikap disiplin, sikap pantang menyerah, jujur ​​atau berintegritas, rela berkorban dan peduli, memerlukan kontak langsung. dengan siswanya agar mempunyai akhlak dan akhlak yang baik, oleh karena itu Pramuka cocok untuk formasi ini, katanya.

Namun Bakhtiar menyampaikan bahwa gerakan Pramuka terbuka terhadap segala perbaikan proses kemajuannya agar kedepannya Pramuka menjadi lebih baik dan maju serta membantu program pemerintah dan masyarakat.

“Pramuka tidak menutup diri, begitu pula dengan kemajuan teknologi informasi saat ini. Kami menyadari bahwa Pramuka ke depan masih memerlukan kerja sama dan sinergi dengan ‘stakeholder’ lainnya untuk menjamin yang terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia,” tutupnya. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pemuda Industri Asuransi PT BUMN Indonesia Gandeng Akademisi Ciptakan Talenta Reasuransi Indonesia Utama (Persero) alias Indonesia Re Gandeng Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (Sti petbrowser.us.co.id 4 Mei 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kemenkomarves Ajak Produsen Mobil Listrik Tinjau SPKLU di Jalur Mudik
Next post Deretan Penyebab dan Tanda Sepeda Motor Mengalami Korsleting