Pelajar Indonesia Raih Emas dalam Kompetisi Global di Australia

Read Time:1 Minute, 36 Second

REPUBLIK.CO. medali emas, mengalahkan 11 negara lainnya.

Mahasiswa berprestasi tersebut diketahui bernama Ronald Rauf Nurima, kata KBRI Canberra dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu. Siswa kelas 10 Sekolah Insan Cendikia Madani ini sukses bersaing dengan tim dari negara lain antara lain Australia, Inggris, dan China.

Selain IMEC 2024, English Junior Olympics (JEO) juga akan digelar di lokasi dan waktu yang sama. Pada kompetisi ini, Rezvan Arshak Ardana, siswa kelas 7 Sekolah Persatuan Nasional Ogyakarta berhasil meraih medali emas.

JEO diselenggarakan oleh Center for Universal Education Platform (UniCEP) untuk menyelenggarakan kompetisi intelektual bahasa Inggris yang bermanfaat bagi siswa dari berbagai negara.

Kemenangan mahasiswa Indonesia pada ajang IMEC dan JEO disambut hangat oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra serta Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI Sydney.

Menurut Atdikbud, Mukhamad Nejip, penyambutan dan jamuan makan bersama mahasiswa dan kolega ini merupakan wujud rasa syukur Misi Mahasiswa Indonesia di Australia atas semangat mahasiswa Indonesia membawa nama negara di kancah internasional.

Atdikbud Nejib meyakini mahasiswa yang mengikuti ajang internasional akan mendapatkan pengalaman berharga, salah satunya adalah membangun rasa percaya diri. “Hal ini membuktikan bahwa pelajar Indonesia mempunyai kemampuan yang tidak kalah dengan pelajar di negara maju seperti Australia dan Inggris. Kemenangan ini dapat menjadi sebuah keuntungan untuk menjadikan anak-anak Indonesia tampil lebih percaya diri di masa depan.”

Selain itu, Abdul Nazar, Koordinator Bidang Sosial dan Budaya KJRI Sydney menyampaikan terima kasih dan ucapan selamat atas prestasi yang diraih kontingen Indonesia baik di kompetisi matematika internasional maupun Olimpiade Bahasa Inggris.

Nazar berharap mahasiswa Indonesia bisa meraih kesuksesan internasional di masa depan. Nazar meyakini kompetisi seperti ini bisa menjadi peluang networking dan kerjasama antar sekolah di Indonesia, Australia, dan negara lain.

Menurut Dwi Riana Setiawati dari Institut Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (IMASO), IMASO Indonesia melatih para siswanya dalam berbagai hal praktis sebelum berangkat ke Sydney. Dengan demikian, para siswa telah mempersiapkan diri secara matang saat mengikuti kompetisi tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kronologi Kasus Bullying di Sekolah yang Diduga Seret Nama Anak Vincent Rompies
Next post Piaggio Luncurkan Vespa 946 Dragon, Motor Klasik dengan Sentuhan Tiongkok