Kondisi Ibu Hamil yang Disarankan untuk Batalkan Puasa, Termasuk Mual Muntah Berlebihan

Read Time:2 Minute, 23 Second

petbrowser.us, Jakarta Umumnya ibu hamil yang sehat bisa berpuasa. Hal terpenting sebelum berpuasa Ramadhan adalah berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan ibu.

“Sebelum berpuasa, ada baiknya bagi ibu yang sedang hamil atau ingin hamil untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada penyakit menular yang kita sebut risiko,” kata Andrew Putranagara, pakar. . bidang Obstetri dan Ginekologi di RS Cilincing, Jakarta.

Namun dalam berpuasa terkadang ada keadaan yang memaksa untuk segera dibatalkan. Hal ini penting demi keselamatan ibu dan janin dalam kandungan.

“Yang terpenting adalah mewaspadai gejala yang parah, seperti ibu hamil mengalami mual dan muntah yang parah,” kata Andrew.

Jika ibu hamil mengalami mual dan muntah yang sangat parah sehingga tidak ada makanan, termasuk cairan, dapat membuatnya lemas dan sangat dehidrasi. Hal ini berbahaya bagi ibu hamil.

Lalu bilas dengan cepat jika urine Anda kecil dan berwarna hitam. Kemudian berbukalah jika Anda merasa kuat. Jangan biarkan kondisi Anda memburuk hingga memerlukan pengobatan.

Kemudian, ibu hamil disarankan untuk segera membatalkan jika mengalami sakit kepala parah dan tekanan darah lebih dari 140/90. Jika Anda mengalami demam dan kontraksi rahim

Andrew juga ingat, jika ibunya demam, sebaiknya batalkan secepatnya. Kemudian jika terjadi pendarahan dan nyeri perut sebaiknya segera dibatalkan

“Ada sakit perut atau sendi rahim (perlu dipecah cepat),” kata Andrew dalam Kehidupan IG dan Dinkes DKI, ditulis Senin, 18 Maret 2024.

Mual pada ibu hamil, meski biasa terjadi, terkadang membuat ibu bingung. Pasalnya, rasa mual bisa datang kapan saja dan dipicu oleh berbagai hal. Agar berhasil mengatasi rasa mual, penting untuk mengetahui apa saja pemicunya.

Andrew mengatakan penyebab mual yang paling umum adalah kurang istirahat.

“Penyebab paling umum adalah kurang istirahat, kurang istirahat terus menerus dapat menyebabkan rasa mual. ​​Lainnya misalnya bau atau parfum, terlalu panas, kondisi lingkungan yang bising atau lelah.”

Di atas merupakan penyebab rasa mual pada ibu hamil. Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil dan suami mengharapkan hal-hal di atas untuk mengurangi rasa mual saat berpuasa.

Dengan mengetahui penyebab umum rasa mual, maka ibu hamil akan lebih mudah terhindar dari rasa mual.

Cara lain untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil adalah dengan tidak langsung berbaring setelah makan. Berbaring setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa mual.

Andrew berkata: “Setelah makan, jangan langsung duduk. Setidaknya 20-30 menit untuk duduk atau, misalnya, jalan dulu.”

Pasalnya, waktu pencernaan pada sistem pencernaan ibu hamil sangat berkurang sehingga membutuhkan waktu lama untuk mencerna secara sempurna dan tidak menimbulkan rasa mual.

Jahe merupakan bahan alami yang sering digunakan untuk mengatasi rasa mual. Jahe mengandung gingerol, shogaol dan zingerone yang memiliki efek antiemetik, membantu menghentikan mual dan muntah.

Bagi ibu hamil yang mengalami mual terutama saat puasa, mengonsumsi olahan jahe bisa menjadi alternatif untuk mengurangi rasa mual. “Yang terbukti dia bisa makan permen jahe atau wedang bulat misalnya,” kata Andrew.

Olahan jahe ini bisa dikonsumsi pada pagi hari atau saat berbuka puasa.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kantongi 357 LOI per Februari, Badan Otorita Sebut Pascapemilu Investor Melonjak ke IKN
Next post Harganya Murah, Mobil Listrik Xiaomi SU7 Terjual 88 Ribu Unit dalam 24 Jam