[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 7 Hal tentang Peningkatan COVID-19 di Singapura

Read Time:1 Minute, 26 Second

petbrowser.us, Jakarta – Terkait pemberitaan kasus COVID-19 di Singapura, ada tujuh hal yang bisa disampaikan.

Pertama, COVID-19 masih ada, dan tentu saja beberapa kasus bisa naik dan turun lagi, sama seperti epidemi pada umumnya.

Kedua, untuk COVID-19, akan selalu ada jenis virus baru, baik saat ini maupun di masa depan.

Ketiga, peningkatan kasus di Singapura saat ini disebabkan oleh virus KP1 dan KP2 yang merupakan kelompok subvarian dari JN.1 yang merupakan bagian dari Omicron.

Keempat, secara umum di dunia virus COVID-19 yang mendominasi adalah varian Omicron, subvarian JN.1 beserta strainnya antara lain KP.1 dan KP.2. Keduanya juga dikelompokkan bersama di bawah julukan ‘FLiRT’, sejalan dengan istilah teknis perubahan iklim.

Kelima, KP2 terbukti lebih menular dibandingkan KP1, dan KP2 telah diklasifikasikan sebagai varian terkendali (VOM) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keenam, kasus yang dilaporkan sejauh ini masih lemah, dan tidak berdampak signifikan terhadap rumah sakit atau khususnya perawatan ICU. Sehingga nampaknya akan terkendali dengan baik dan akan kembali turun ketika klimaks acara sudah tercapai. Sekali lagi, kasus ini secara umum lemah.

 

Ketujuh, terkait kejadian di Singapura ini–bagi kami di Indonesia–ada 3 hal yang masih perlu dilakukan.

Pertama, mengikuti peningkatan kasus di Singapura, dan juga di negara lain, seperti yang terjadi di India, dll.

Kedua, terus memonitor keberadaan varian dan subvarian COVID-19 serta produk turunannya di negara kita. Ada baiknya masyarakat diberi tahu mengenai keberadaan virus KP1 dan KP2 COVID-19 di negara kita atau tidak, dan jika iya, di wilayah mana.

Ketiga, terlepas dari apakah jumlah kasus COVID-19 meningkat atau tidak, kita semua harus terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memprioritaskan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Direktur Studi Pascasarjana Universitas YARSI

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Simak Gerak 3 Saham Pendatang Baru Hari Ini 12 Februari 2024
Next post Libur Panjang Waisak, Kemenhub Tertibkan Bus Umum dan Pariwisata