Kisah Siti Salamah Ubah Sampah dari Masalah Menjadi Berkah

Read Time:2 Minute, 6 Second

petbrowser.us – Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat di seluruh dunia. Tren pengelolaan sampah mencerminkan perubahan pola konsumsi manusia dan pertumbuhan penduduk yang pesat.

Meningkatnya jumlah sampah menimbulkan tantangan besar bagi masyarakat, pemerintah, dan lingkungan. Namun, jika dikelola dengan bijak, tren ini juga menciptakan peluang untuk menciptakan perekonomian yang lebih berkelanjutan dan lingkungan yang lebih sehat.

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan semakin meningkat. Tantangan utamanya adalah mengelola volume ini secara efektif tanpa merusak lingkungan.

Plastik merupakan salah satu bahan yang paling berbahaya bagi lingkungan. Tren ini mencakup isu-isu seperti plastik sekali pakai, mikroplastik di lingkungan perairan, dan sampah plastik yang tertinggal di laut.

Perkembangan teknologi yang pesat menghasilkan limbah elektronik dalam jumlah besar. Limbah elektronik mengandung berbagai bahan berbahaya seperti merkuri, kadmium, dan timbal.

Jika sampah tidak ditangani dengan baik, maka dapat mencemari air, tanah dan udara, membahayakan satwa liar dan merusak ekosistem alam. Hub Solusi Sampah Terobosan

Tren inilah yang mengantarkan perempuan bernama Siti Salama melakukan terobosan di tahun 2019 dengan meluncurkan Waste Solutions Hub. Kegiatan inovasi sosial ini berfokus pada pengelolaan sampah dan pengembangan ekonomi warga setempat.

Waste Solutions Hub menggunakan sistem teknologi yang terintegrasi. Dan program ini diluncurkan untuk memberikan solusi terkait permasalahan sampah dan kondisi sosial di lingkungan tempat tinggal sampah.

Waste Solutions Hub memiliki beberapa program pengelolaan sampah. Namun yang berbeda dan menjadi nilai tambah adalah program ini juga fokus pada kehidupan para pemulung.

Hingga saat ini, Waste Solution Hub telah melatih lebih dari 23.435 pengunjung dan mengolah total 4.388 kilogram sampah, memberdayakan lebih dari 1.222 petugas kebersihan di Tangsel. Selain itu, lebih dari 171 relawan terlibat dalam program sosial ekonomi ini.

Atas program inspiratifnya bernama Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Teknologi, Siti Salama berhasil meraih SATU Indonesia Awards 2021 bersama sejumlah tokoh inspiratif lainnya.

Namun keberhasilan tersebut tak membuat Siti Salam puas. Tujuan ambisiusnya adalah memiliki 10.000 mitra pengumpulan sampah, mengelola 1.000 ton sampah setiap hari, dan menciptakan 10 kawasan pusat daur ulang di Indonesia.

Permasalahan pengelolaan sampah memang menjadi tantangan global yang kompleks, namun Siti Salama juga membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi peluang untuk menciptakan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

Dengan bekerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat, kita dapat mengubah cara kita memandang sampah, mengurangi dampaknya, dan menciptakan masa depan yang lebih hijau dan bersih untuk generasi mendatang.

Baca artikel edukasi menarik lainnya di tautan ini. Masjidil Haram dan Nabawi menggunakan teknologi canggih untuk mengontrol suhu ruangan agar jamaah tetap nyaman, sehingga jamaah nyaman dan sehat. petbrowser.us.co.id 11 Mei 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Vision+ dan Viu Resmi Bekerjasama, Hadirkan Combo Package untuk Pengalaman Streaming Terbaik
Next post Fajar/Rian Juara All England 2024, Sukses Pertahankan Gelar Ganda Putra