Kapan Puasa 2024? Ini Prediksinya Menurut Pemerintah, NU, dan Muhdammadiyah

Read Time:4 Minute, 27 Second

petbrowser.us, Jakarta Beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan tahun 1445 Hijriah, masa yang ditunggu-tunggu setelah menjalankan ibadah di bulan Rajab dan Sya’ban. Setiap tahunnya, penentuan awal puasa Ramadhan selalu menjadi topik perdebatan masyarakat.

Ramalan 1 Ramadhan 2024 menjadi perbincangan. Hal ini untuk mengantisipasi sidang Isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama sebagai perwakilan pemerintah Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diterima dari situs resmi Kementerian Agama, sidang Isbat Ramadhan pertama akan dilaksanakan pada 10 Maret 2024. Namun, sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah, masyarakat bisa mendapatkan prediksi 1 Ramadhan 2024 dari sumber alternatif. Banyak lembaga dan organisasi seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Kementerian Agama menghitung dan mempublikasikan prediksi awal puasa melalui kalender resminya.

Dari sekian banyak sumber yang ada, berikut ini petbrowser.us akan membahas berbagai prediksi yang disampaikan hingga memberikan gambaran kapan seseorang bisa mulai berpuasa pada Jumat (1/3/2024) tahun 2024.

Jadwal puasa Ramadhan 2024 di Indonesia masih menjadi perdebatan karena belum ada komitmen resmi dari pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Agama RI rencananya akan menyelenggarakan sidang Isbat pada 10 Maret 2024 yang akan dipimpin oleh H.M. Kementerian Agama Islam, Jl. M.H. Tamarin, Jakarta Pusat. Sidang Isabat ini dianggap sebagai tahapan penting dalam penentuan awal bulan puasa, yang memperhitungkan hasil perhitungan atau perhitungan astronomi terkait posisi hilal pada awal Ramadhan 1445 Hijriah.

Proses pengujian Isbata akan memiliki tiga tahapan utama. Tahap pertama menjelaskan posisi hilal awal Ramadhan 1445 H yang akan disediakan oleh tim Rekening dan Ruqayat Kementerian Agama. Pemaparan ini akan dimulai pada pukul 17.00 WIB dan terbuka untuk umum serta dapat diakses langsung melalui channel YouTube Bimas Islam.

Tahap kedua adalah sidang Isbat penentuan awal Ramadhan yang digelar secara tertutup setelah salat Maghrib. Tes tersebut tidak hanya berdasarkan data perhitungan saja, namun juga mengacu pada hasil Rukyatulhilal atau konfirmasi yang dilakukan tim Kementerian Agama RI di 134 lokasi di Indonesia. Konferensi pers untuk mengumumkan hasil sidang isbat tahap ketiga.

Padahal sidang Isbat merupakan proses formal yang akan mengawali bulan puasa secara resmi. Menurut penanggalan Hijriah tahun 1445 atau 2024 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, puasa tahun 2024 atau 1 Ramadhan 1445 H diperkirakan akan dimulai pada hari Selasa, 12 Maret 2024. Perlu diingat bahwa informasi tersebut masih berupa dugaan dan akan dikonfirmasi pada sesi Isbata berikutnya.

Setiap tahunnya umat Islam Indonesia menantikan datangnya bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan amal shaleh. Dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), selalu mengacu pada umat Islam dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Untuk tahun 2024, keduanya telah mempublikasikan prediksinya masing-masing berdasarkan metode perhitungan yang berbeda.

Muhammadiyah mengeluarkan Proklamasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah no. 1/MLM/I.0/E/2024 untuk penetapan hasil perhitungan Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah 1445 Hijriah. Pernyataan yang ditandatangani Presiden Jenderal Haider Nashir dan Sekretaris Muhammad Sayuti menyebutkan, 1 Ramadhan 1445 Hijriah akan dimulai pada Senin, 11 Maret 2024. Perhitungan ini berdasarkan hasil perhitungan ukuran hilal sebenarnya.

Sementara itu, NU, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, juga sudah mengeluarkan prediksinya. Berdasarkan akun resmi NU Jombang, 1 Ramadhan 1445 Hijriah akan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Namun NU tidak hanya mengandalkan perhitungan matematis saja, melainkan juga akan memperingati Rukyatul Hilal atau Hilal Ramadhan 2024 pada Minggu, 10 Maret. Tahun 2024. Observasi ini akan dilakukan di 50-60 titik di seluruh Indonesia.

Penting untuk dicatat bahwa perkiraan tanggal mulai cepat oleh kedua organisasi ini mungkin berbeda. NU Falaqiya Institute juga menyoroti tanggal 12 Maret 2024 yang ditetapkan sebagai awal Ramadhan pertama, masih bisa berubah karena posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkanur Ruqyah.

Selain itu, panchang (kalender) tahun 2024 yang diterbitkan Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Bojonegoro juga memberikan prediksi yang sesuai dengan pernyataan resmi NU. Kalender menyebutkan, 1 Ramadhan 1445 H diperkirakan dimulai pada Selasa, Sen, 12 Maret 2024.

Untuk menentukan awal bulan puasa Ramadhan, umat Islam mengandalkan dua metode utama: Rukyatul Hilal dan Hisab. Kedua cara tersebut memiliki pendekatan yang berbeda dalam menentukan awal bulan baru, dan keduanya menjadi dasar organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan NU yang mempublikasikan prediksi awal puasa setiap tahunnya.

Pertama, Rukyatul Hilal merujuk pada aktivitas melihat kemunculan pertama hilal atau sabit. Proses ini dilakukan sebelum matahari terbenam pada tanggal 29 bulan berjalan. Jika hilal terlihat pada saat Rukyatul Hilal, maka malam itu langsung ditetapkan sebagai hari pertama bulan baru yang menandai awal bulan Ramadhan. Namun jika bulan sabit tidak terlihat, maka bulan berjalan dinyatakan mempunyai 30 hari dan malam berikutnya ditetapkan sebagai awal bulan baru.

Sedangkan metode Hesab didasarkan pada perhitungan matematis berdasarkan rotasi Bulan mengelilingi Bumi. Berbeda dengan Rukyatul Hilal yang wajib dilakukan pada hari terakhir suatu bulan, perhitungannya dapat dilakukan jauh hari sebelumnya. Metode akuntansi terbagi menjadi dua kategori, yaitu akuntansi alias dan akuntansi haqiqi. Hisab Uraf dihitung dengan memperoleh rata-rata panjang bulan Qomaria, sedangkan Hisab Haqiqi mengacu pada terlihat atau tidaknya bulan sabit di ufuk timur saat matahari terbenam.

Penjelasan menyeluruh mengenai kedua metode ini terdapat dalam Jurnal Kajian Agama dengan judul “Awal Puasa Ramadhan dari Perspektif Hadits” (Lisa Istianah). Melalui kajian ini, para ulama dan umat Islam memperoleh landasan ilmiah untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses penentuan awal bulan puasa.

Dengan pemahaman menyeluruh tentang Rukyatul Hilal dan perhitungannya, umat Islam di Indonesia dapat mengapresiasi keberagaman dalam menentukan awal bulan puasa. Meski Muhammadiyah dan NU berbeda pendapat dalam memprediksi tanggal Ramadhan 2024, namun rasa persatuan dan kesatuan dalam menjalankan ibadah puasa merupakan inti ajaran agama Islam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Gak Cuma Modal Tampang, Honda BR-V N7X Edition Juga Dilengkapi Standar Keselamatan Tinggi
Next post Chico Aura Akui Kehebatan Shi Yu Qi di Semifinal French Open 2024