Jangan Lengah! Meski Fatalitas DBD Rendah, Menkes Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

Read Time:1 Minute, 48 Second

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Ganadi Sadekin mengimbau masyarakat tidak panik dengan meningkatnya kasus DBD. Sebab, pihak rumah sakit siap menangani penyakit demam berdarah.

Menteri Kesehatan juga mengatakan angka kematian (death rate) penderita DBD termasuk rendah. Namun Menkes meminta keluarga pasien DBD agar segera mengirim pasien DBD ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. 

“Angka kematian akibat DBD itu rendah. Jadi benar, angka kematiannya sangat rendah karena semua rumah sakit tahu, semua harus diinfus, yang penting jangan sampai terlambat,” ujarnya.

Menteri Kesehatan menyarankan jika masyarakat mengalami demam agar segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Untuk pengobatan cepat demam berdarah.

“Penting juga, misalnya jika anak Anda demam, Anda harus memeriksakannya atau membawanya ke pusat kesehatan atau rumah sakit sesegera mungkin,” ujarnya.

Di satu sisi, Menkes menjelaskan demam berdarah bisa dicegah. Ia menegaskan, hal itu memiliki beberapa tahapan. Mulailah dengan tidak membiarkan air habis. Selain itu, pemerintah juga menyediakan larvasida untuk menarik jentik nyamuk. 

“Pertama, tempat sampah, jadi tidak ada tempat sampah. Lanjutnya, kedua, ada larvasida untuk membunuh jentik, ada insektisida untuk fogger.

Menteri Kesehatan juga meminta semua orang, termasuk orang tua, untuk memantau pasien DBD secara rutin. Jika pasien mengalami demam yang parah, ia harus dibawa ke pusat kesehatan untuk segera mendapat perawatan.

“Penting juga jika anak Anda demam misalnya, agar segera diperiksakan atau dibawa ke pusat kesehatan atau rumah sakit,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan D. Sethi Nadia Tirmizi mengatakan kepada petbrowser.us, hingga Kamis malam, 28 Maret 2024, terdapat 390 kematian dan 35.467 kasus demam berdarah. 

Berdasarkan sebaran data kasus DBD, DKI Jakarta menjadi kota dengan jumlah kasus DBD tertinggi. Sebanyak 1.833 kasus demam berdarah tercatat.  Dari 1.833 kasus tersebut, 704 kasus dilaporkan di Jakarta Barat, 572 kasus di Jakarta Selatan, dan 557 kasus di Jakarta Timur.

Sedangkan di Bandung sebanyak 1.741 kasus, Kandahari 1.195 kasus, Bandung Barat 1.143 kasus, Bogor 939 kasus, dan Subang 909 kasus.

Bogor tercatat 904 kasus, Garut 660 kasus, Sumedang 652 kasus, Tangierang 640 kasus, Probolinggu 599 kasus, Kota Depok 530 kasus, dan Konawe Selatan 481 kasus. Wamenkes mengatakan KRIS tidak akan berdampak signifikan terhadap pengurangan tempat tidur rumah sakit. petbrowser.us.co.id 6 Juni 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Sewa Mobil Harian atau Bulanan, TRAC Selalu Jadi Pilihan Utama
Next post Sumut Siap Gelar Aquabike Jetski World Championship Danau Toba 2023