Harga Beras Mahal, Ini Sumber Karbohidrat Alternatif yang Disarankan Ahli Gizi

Read Time:1 Minute, 50 Second

petbrowser.us, SURABAYA – Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair), Lailatul Muniroh mengungkap sejumlah alternatif karbohidrat pengganti nasi di tengah mahalnya harga beras. Beberapa bahan pangan lokal yang diyakininya dapat dijadikan alternatif pemenuhan kebutuhan karbohidrat antara lain singkong, ubi jalar, gandum, talas, kentang, dan beras merah.

“Meski nasi merupakan makanan pokok dalam kehidupan masyarakat, namun karbohidrat alternatif tersebut juga merupakan karbohidrat kompleks yang memiliki sumber energi lebih tahan lama. Bahan-bahan tersebut juga dapat menjadi sumber serat pencernaan,” ujarnya. , pada Rabu (3 Juni 2024).

Lailatul menyebutkan, misalnya, beras merah dengan kandungan zat besi yang tinggi dapat membantu mencegah anemia. Kemudian ubi dan talas mengandung betakaroten dan penting untuk kesehatan mata. Selain itu, kentang mengandung potasium yang membantu menjaga tekanan darah dan keseimbangan elektrolit.

Lailatul menjelaskan, karbohidrat terbagi menjadi dua jenis, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana merupakan karbohidrat dengan struktur molekul sederhana, sehingga mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Contohnya termasuk gula, madu, sirup dan buah.

Karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang mempunyai struktur molekul kompleks sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan diserap dalam tubuh. Contohnya adalah nasi, roti, kentang, singkong, jagung, gandum, oat, dan kacang-kacangan. 

Lailatul juga menyarankan untuk memilih sumber karbohidrat kompleks dibandingkan karbohidrat sederhana. Sebab, kata dia, karbohidrat kompleks memberikan energi secara bertahap. “Karbohidrat sederhana dapat menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat, yang memicu pelepasan insulin secara tiba-tiba dari pankreas untuk mengatur kadar gula darah. Hal ini dapat menyebabkan cepat lapar, berkurangnya energi dan penyimpanan ‘lemak’, ujarnya. 

Sementara itu, karbohidrat kompleks, lanjut Lailatul, menghasilkan kenaikan kadar gula darah yang lebih lambat dan stabil. Hasilnya, insulin dilepaskan secara bertahap dan membantu menjaga keseimbangan gula darah. Karbohidrat kompleks juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, mengontrol nafsu makan, dan mempercepat metabolisme.

Lailatul juga menganjurkan untuk mencampurkan berbagai sumber karbohidrat untuk memastikan asupan karbohidrat yang seimbang dan serbaguna. Misalnya saja nasi merah dan kacang-kacangan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat.

Bisa juga kentang dan sayuran hijau yang menyediakan karbohidrat, serat, dan nutrisi lainnya. “Atau oats dan buah-buahan yang merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat, dan vitamin. Bisa juga berupa roti dan alpukat yang memiliki karbohidrat kompleks dan lemak sehat, atau nasi dan telur yang menyediakan karbohidrat, protein, dan nutrisi lainnya,” ujarnya. . .

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Tenang Hadapi DBD! Menkes Pastikan RS Siap Tangani Pasien, Ini Imbauannya untuk Masyarakat
Next post XL Hadirkan Pinjaman Modal Usaha Bagi Enterpreneur Perempuan Lewat Sisternet