9 Langkah Pangkas Berat Badan Secara Alami (II)

Read Time:3 Minute, 1 Second

petbrowser.us, Jakarta – Menurunkan berat badan seringkali menjadi tantangan bagi sebagian individu. Meski berbagai cara telah kita coba, namun seringkali tidak memberikan hasil yang diinginkan.

Namun, tidak perlu kecewa. Ada beberapa strategi penurunan berat badan yang didukung bukti ilmiah dan ternyata berdampak pada penurunan berat badan, seperti berikut ini. 6. Makan banyak serat

Serat makanan menggambarkan karbohidrat nabati yang tidak mungkin dicerna di usus kecil, tidak seperti gula dan pati. Memasukkan banyak serat ke dalam makanan Anda dapat meningkatkan rasa kenyang, yang berpotensi menyebabkan penurunan berat badan.

Makanan kaya serat antara lain: sereal sarapan, pasta gandum utuh, roti gandum utuh, oat, barley dan gandum hitam, buah-buahan dan sayuran, kacang polong, buncis dan kacang-kacangan, kacang-kacangan dan biji-bijian 7. Menyeimbangkan bakteri di usus

Bidang penelitian yang muncul berfokus pada peran bakteri usus dalam pengelolaan berat badan.

Sejumlah besar mikroorganisme hidup di usus manusia, termasuk sekitar 39 triliun bakteri.

Setiap orang memiliki jenis dan jumlah bakteri yang berbeda-beda di ususnya. Beberapa jenis dapat meningkatkan jumlah energi yang didapat seseorang dari makanan, sehingga menyebabkan penumpukan lemak dan penambahan berat badan.

Beberapa makanan yang dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di usus antara lain:

Berbagai macam sayuran: Meningkatkan jumlah buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dalam makanan akan meningkatkan asupan serat dan bakteri usus yang lebih beragam. Masyarakat harus berusaha memastikan bahwa pola makan mereka terdiri dari 75 persen sayuran dan makanan nabati lainnya.

Makanan Fermentasi:

Makanan fermentasi, antara lain asinan kubis, kimchi, kefir, yogurt, tempe, dan miso, berpotensi mengandung mikroorganisme probiotik.

Para peneliti telah mempelajari kimchi secara ekstensif, dan bukti terbatas menunjukkan bahwa kimchi mungkin memiliki efek anti-obesitas. Penelitian juga menunjukkan bahwa kefir dapat membantu strategi penurunan berat badan pada wanita yang kelebihan berat badan.

Makanan prebiotik: Ini merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik tertentu yang membantu mengendalikan berat badan. Serat prebiotik banyak ditemukan pada buah-buahan dan sayuran, terutama akar sawi putih, artichoke, bawang merah, bawang putih, asparagus, daun bawang, pisang, dan alpukat. Hal ini juga ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum dan barley.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang dari 5-6 jam per malam meningkatkan kejadian obesitas. Banyak alasan yang menyebabkan hal ini.

Penelitian menunjukkan bahwa tidur yang kurang atau berkualitas buruk memperlambat proses tubuh mengubah kalori menjadi energi, yang disebut metabolisme. Ketika metabolisme kurang efektif, tubuh mungkin menyimpan energi yang tidak terpakai dalam bentuk lemak.

Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan resistensi insulin dan meningkatkan kadar kortisol, yang juga meningkatkan penyimpanan lemak.

Berapa lama seseorang tidur juga mempengaruhi pengaturan hormon pengontrol nafsu makan, leptin dan ghrelin. Leptin mengirimkan sinyal kenyang ke otak.

Stres menyebabkan pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol, yang awalnya mengurangi nafsu makan sebagai bagian dari respons tubuh melawan atau lari.

Namun, ketika seseorang terus-menerus mengalami stres, kortisol dapat bertahan lebih lama di aliran darah sehingga meningkatkan nafsu makan dan berpotensi menyebabkan mereka makan berlebihan.

Kortisol menandakan perlunya mengisi kembali simpanan nutrisi tubuh dari sumber bahan bakar pilihannya, yaitu karbohidrat.

Insulin kemudian mengangkut gula dari karbohidrat dari darah ke otot dan otak. Jika seseorang tidak menggunakan gula ini untuk melawan atau lari, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.

Insulin memungkinkan gula dari darah memasuki sel-sel tubuh, di mana ia dapat memberikan energi. Jika seseorang tidak segera menggunakan gula ini, maka tubuh akan menyimpannya dalam bentuk penyimpanan glikogen, glukosa, atau lemak.

Para peneliti menemukan bahwa penerapan program intervensi manajemen stres selama 8 minggu dengan diet rendah kalori menyebabkan penurunan indeks massa tubuh (BMI) yang signifikan pada anak-anak dan remaja yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Beberapa metode manajemen stres antara lain: yoga, meditasi atau teknik pernapasan tai chi dan relaksasi menghabiskan waktu di luar ruangan, misalnya berjalan kaki atau berkebun

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Stargazer Wajib Catat! Ini 5 Jadwal Fenomena Langit di November 2023
Next post Harvard Ganti Sampul Buku dari Kulit Manusia di Perpustakaannya